Skip to main content

Suka Duka Ramadan di Kampus: Antara Deadline, Cuaca Panas, dan Ketangguhan Mahasiswa Laju (Oleh: Redaksi LPM IDE@)

Ramadan tahun 2026 ini segera berakhir. Bagi mahasiswa, bulan suci ini bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang ujian fisik dan mental di tengah rutinitas akademik yang padat. Melalui survei singkat yang diikuti oleh para pejuang kampus, terungkap berbagai kisah "ngenes" namun inspiratif yang mewarnai perjalanan mereka sebulan penuh.

Berdasarkan data yang terkumpul, tantangan terberat mahasiswa ternyata sangat beragam:

1. Otak "Shutdown" & Cuaca Panas: Menjadi tantangan utama yang paling banyak dikeluhkan, di mana sulitnya berkonsentrasi beradu dengan suhu udara yang menyengat saat jam kuliah siang.

2. Kantuk yang Tak Tertahankan: Menjadi kendala bagi beberapa responden, kemungkinan akibat pola tidur yang berubah selama bulan puasa.

3. Burnout Organisasi: Tetap menjadi beban nyata bagi mahasiswa yang harus menyeimbangkan antara proker, tugas kuliah dan ibadah.

Bagi para Mahasiswa Laju (pulang-pergi), perjuangan Ramadan tahun ini terasa berkali lipat. Salah satu responden menceritakan momen ngenes saat harus menempuh perjalanan jauh di tengah hujan badai dan angin ribut, hanya untuk menghadapi kelas yang singkat atau bahkan jam kosong setelah menunggu berjam-jam.

"Berangkat kampus pulang pergi cuma satu matkul dan itupun cuma 30 menitan," tulis salah satu peserta survei. Ada pula yang mengeluhkan kombinasi fisik yang lelah: "Dapet kelas di lantai 4, terus dapet parkiran di ujung... rasanya mau pingsan," tambah responden lainnya. Kombinasi lapar, kantuk, dan tugas yang menumpuk di saat bersamaan menjadi potret nyata "survival mode" mahasiswa saat ini.

Meski penuh dengan keluhan seperti sariawan, cuaca panas, hingga rasa lelah yang luar biasa, tetap ada secercah rasa syukur di akhir perjalanan. Para responden merefleksikan bahwa mereka bangga pada diri sendiri karena mampu bertahan tanpa "mokel" (membatalkan puasa sebelum waktunya) dan tetap menjalankan tanggung jawab akademik dengan baik.

"Alhamdulillah, banyak sekali nikmat yang Allah berikan," tulis seorang mahasiswa dalam refleksinya. Ramadan ini mengajarkan bahwa di balik setiap tangga lantai 4 yang didaki dan setiap kilometer jalanan yang ditempuh, ada mentalitas yang sedang ditempa untuk menjadi lebih kuat.

Selamat menyambut Idulfitri, rekan-rekan mahasiswa. Terima kasih sudah berjuang dengan hebat tahun ini! 

Comments

Popular posts from this blog

Seminar Kewirausahaan: Optimalisasi Identitas Visual untuk Pengembangan UMKM Desa Sulang

  Sulang , 6 Agustus 2025 – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) XIX Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara yang bertugas di Desa Sulang menggelar Seminar Kewirausahaan dengan tema "Optimalisasi Identitas Visual untuk Pengembangan UMKM Desa Sulang". Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Sulang dan diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa Sulang, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang. Seminar ini menghadirkan Sifatul Ulya, salah satu anggota tim KKN Desa Sulang yang merupakan mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UNISNU Jepara, sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, Sifatul Ulya memaparkan pentingnya identitas visual—seperti logo, kemasan, dan media promosi—dalam memperkuat citra produk serta meningkatkan daya saing UMKM di pasar. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan wawasan dan keterampilan kepada pelaku UMKM Desa Sulang agar mampu mengembangkan kualitas identitas visual produk mereka. Peserta diperkenalkan dengan berbagai aplikasi desain yang mudah digunakan, sert...

Posyandu RW 6 Desa Sulang Gelar Pembagian Makanan Tambahan untuk Baduta, Balita, dan Ibu Hamil

Sulang, 7 Agustus 2025 – Posyandu RW 6 Desa Sulang menggelar kegiatan Pembagian Makanan Tambahan bagi baduta (bawah dua tahun), balita, dan ibu hamil. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah Ketua Posyandu RW 6 dan menjadi salah satu upaya nyata untuk mendukung program pemerintah dalam peningkatan gizi masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan makanan bergizi kepada kelompok rentan, yaitu baduta, balita, dan ibu hamil, yang menjadi perhatian khusus pemerintah. Program ini juga menjadi bentuk kepedulian dalam mengatasi masalah gizi kurang yang berpotensi memicu stunting, serta memberikan pemahaman pentingnya asupan bergizi sejak dini. Dalam sambutannya, perwakilan Posyandu menyampaikan bahwa pembagian makanan tambahan ini selaras dengan arahan pemerintah sebagai gambaran kondisi gizi masyarakat, khususnya di wilayah desa. Lebih dari sekadar menekan angka stunting, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya kualitas asupan makanan bagi tumbuh kemba...

Pelatihan Praktik Pembuatan Identitas Visual, Bekal Nyata untuk UMKM Desa Sulang

Sulang, 6 Agustus 2025 – Sebagai tindak lanjut dari Seminar Kewirausahaan bertema "Optimalisasi Identitas Visual untuk Pengembangan UMKM Desa Sulang", Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) XIX Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara melaksanakan Praktik Pembuatan Identitas Visual di Balai Desa Sulang. Peserta kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM Desa Sulang, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang. Dipandu oleh Rhenald Adriansyah, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UNISNU Jepara sekaligus anggota tim KKN, peserta diajak untuk mempraktikkan pembuatan logo, desain label, dan pamflet promosi menggunakan aplikasi Canva. Aplikasi ini dipilih karena mudah diakses, praktis digunakan, dan menawarkan beragam template yang dapat langsung disesuaikan dengan kebutuhan produk UMKM. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan keterampilan langsung yang bisa diterapkan peserta dalam mengembangkan branding produk. “Dengan Canva, para pelaku UMKM bisa membuat desai...