Jepara — Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) IDE@ FTIK UNISNU Jepara melaksanakan kegiatan Goes To School (GTS) bertema “Saring Sebelum Sharing: Peran Pelajar, Etika, dan Dampak Informasi di Media Sosial” pada Selasa, 27 Januari 2026. Kegiatan berlangsung di Aula SMK Islam Tsamrotul Huda dan diikuti oleh sekitar 70 siswa, yang terdiri dari kelas XII jurusan Produksi dan Siaran Program Televisi serta kelas XI jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).
Ketua panitia, Aisyah Ashodiqoh, dalam wawancaranya menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap maraknya penyebaran informasi di era digital yang belum tentu kebenarannya. “Banyak informasi beredar sangat cepat, tetapi tidak semuanya valid. Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta semakin bijak dalam menyikapi berita dan konten di media sosial,” ujarnya.
Sebagai narasumber, M. Farhan Sajid menyampaikan materi mengenai literasi digital, meliputi perbedaan antara fakta dan hoaks, ciri-ciri clickbait, hingga cara memverifikasi informasi sebelum membagikannya. Sesi juga dilengkapi dengan pembahasan studi kasus yang melibatkan diskusi aktif bersama peserta.
Selain sesi edukasi literasi media, kegiatan ini juga diisi dengan sesi pengenalan kampus dan informasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNISNU Jepara. Meskipun SMK umumnya mempersiapkan siswa untuk langsung terjun ke dunia kerja, ternyata masih terdapat sejumlah peserta yang tertarik melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Hal tersebut terlihat dari antusiasme peserta yang aktif bertanya seputar program studi, fasilitas kampus, serta jalur pendaftaran setelah menerima brosur dan penjelasan singkat dari narasumber, M. Farhan Sajid, bersama salah satu tim LPM IDE@ saudari 'Anny Minhatun Wafiroh.
Meskipun pelaksanaan kegiatan berlangsung saat hujan deras, antusiasme peserta tetap terjaga hingga akhir acara. Siswa terlihat aktif bertanya dan menanggapi studi kasus yang diberikan, menunjukkan ketertarikan mereka terhadap isu literasi media maupun informasi dunia kampus.
Kegiatan GTS ini diharapkan dapat membekali pelajar dengan pemahaman kritis dalam bermedia sosial serta menumbuhkan sikap bertanggung jawab dalam mengonsumsi dan menyebarkan informasi, sekaligus membuka wawasan mereka mengenai peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Comments
Post a Comment