Skip to main content

Peringati HAKTP 2025, PSGA LPPI UNISNU Jepara Adakan Seminar untuk Wujudkan Ruang Aman Inklusif bagi Perempuan


Jepara – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) LPPI UNISNU Jepara menyelenggarakan Seminar Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) 2025 di Gedung SHIMA Jepara, Sabtu, 22 November. Mengusung tema “Kita Punya Andil: Wujudkan Ruang Aman Inklusif bagi Perempuan”, kegiatan ini menjadi ruang diskusi mengenai penguatan perlindungan perempuan, terutama penyandang disabilitas.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan UNISNU Jepara, Ketua LPPM, Kepala Pusat Bahasa, Presiden BEM UNISNU, DPM UNISNU, KPUM UNISNU, UKM dan UKK UNISNU Jepara, pengurus Muslimat dan Fatayat NU Jepara, Banom NU, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), aktivis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat dari Pati, IPNU–IPPNU, PWI Jepara, dan Pusat Studi Gender dan Anak.

Ketua LPPI UNISNU Jepara, Dr. Muhammad Khoiruddin, M.Pd.I., membuka acara dengan harapan bahwa seluruh peserta dapat memperoleh pemahaman baru mengenai isu kekerasan pada perempuan.

“Semoga kita semuanya mendapatkan pencerahan terkait tema yang diusung, dengan narasumber yang ahli di bidangnya masing-masing,” ujarnya.

Dalam keynote speech, Rektor UNISNU Jepara, Prof. Dr. Abdul Djamil, M.A. menyoroti ketimpangan peran gender yang masih melekat sebagai tradisi dalam kehidupan masyarakat. Ia menggambarkan kebiasaan yang sering terjadi, di mana laki-laki lebih banyak berinteraksi dengan tamu, sementara perempuan cenderung mengambil peran domestik seperti menyiapkan minuman atau hidangan. Melalui contoh tersebut, beliau mengajak peserta untuk mendorong kesadaran agar masyarakat lebih terbuka dan adil dalam memaknai peran perempuan, termasuk perempuan disabilitas.

Seminar dimulai dengan pemaparan narasumber pertama, Adiningtyas, yang menyoroti pentingnya pembangunan ruang aman bagi penyandang disabilitas. Ia menjelaskan bahwa ruang aman tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga mencakup terciptanya lingkungan sosial yang mendukung, bebas stigma, dan mendorong partisipasi yang setara. Dalam pemaparannya, ia turut menyampaikan beberapa studi kasus pendampingan perempuan disabilitas yang menggambarkan berbagai tantangan sekaligus perkembangan dalam upaya menciptakan ruang aman tersebut. Materi yang disajikannya mendorong peserta untuk memahami urgensi kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat pemberdayaan disabilitas. Ia juga menegaskan bahwa penyandang disabilitas kerap dipandang dari sisi kekurangan, padahal banyak di antara mereka memiliki kemampuan yang menonjol.

Narasumber kedua, Dr. Ahmad Saefuddin, M.Pd.I. selaku Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jepara,, membahas kekerasan terhadap perempuan dari perspektif budaya dan pendidikan inklusif. Ia menilai bahwa akses pendidikan bagi penyandang disabilitas masih belum merata serta mendorong agar perguruan tinggi terus berbenah menuju lingkungan yang semakin ramah disabilitas. Dalam pemaparannya, ia juga menekankan pentingnya mekanisme penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus. Khusus bagi mahasiswa UNISNU Jepara, ia menegaskan bahwa laporan terkait pelecehan seksual dapat disampaikan melalui Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UNISNU Jepara yang menjamin kerahasiaan identitas pelapor.

Narasumber ketiga, Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Dr. Hindun Anisah, M.A., membahas kebutuhan penguatan sarana dan prasarana bagi penyandang disabilitas. Ia menjelaskan bahwa meski regulasi pemerintah sudah tersedia, implementasinya masih belum merata di berbagai daerah. Ia menekankan bahwa menciptakan ruang aman bagi perempuan dan penyandang disabilitas merupakan tanggung jawab seluruh pihak, termasuk civitas akademika.

Melalui penyelenggaraan seminar ini, PSGA LPPI UNISNU Jepara menegaskan komitmennya dalam memperingati HAKTP sekaligus memperluas kampanye ruang aman bagi perempuan, terutama perempuan disabilitas. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, dokumentasi, dan ramah tamah.


Comments

Popular posts from this blog

Seminar Kewirausahaan: Optimalisasi Identitas Visual untuk Pengembangan UMKM Desa Sulang

  Sulang , 6 Agustus 2025 – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) XIX Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara yang bertugas di Desa Sulang menggelar Seminar Kewirausahaan dengan tema "Optimalisasi Identitas Visual untuk Pengembangan UMKM Desa Sulang". Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Sulang dan diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa Sulang, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang. Seminar ini menghadirkan Sifatul Ulya, salah satu anggota tim KKN Desa Sulang yang merupakan mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UNISNU Jepara, sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, Sifatul Ulya memaparkan pentingnya identitas visual—seperti logo, kemasan, dan media promosi—dalam memperkuat citra produk serta meningkatkan daya saing UMKM di pasar. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan wawasan dan keterampilan kepada pelaku UMKM Desa Sulang agar mampu mengembangkan kualitas identitas visual produk mereka. Peserta diperkenalkan dengan berbagai aplikasi desain yang mudah digunakan, sert...

Posyandu RW 6 Desa Sulang Gelar Pembagian Makanan Tambahan untuk Baduta, Balita, dan Ibu Hamil

Sulang, 7 Agustus 2025 – Posyandu RW 6 Desa Sulang menggelar kegiatan Pembagian Makanan Tambahan bagi baduta (bawah dua tahun), balita, dan ibu hamil. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah Ketua Posyandu RW 6 dan menjadi salah satu upaya nyata untuk mendukung program pemerintah dalam peningkatan gizi masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan makanan bergizi kepada kelompok rentan, yaitu baduta, balita, dan ibu hamil, yang menjadi perhatian khusus pemerintah. Program ini juga menjadi bentuk kepedulian dalam mengatasi masalah gizi kurang yang berpotensi memicu stunting, serta memberikan pemahaman pentingnya asupan bergizi sejak dini. Dalam sambutannya, perwakilan Posyandu menyampaikan bahwa pembagian makanan tambahan ini selaras dengan arahan pemerintah sebagai gambaran kondisi gizi masyarakat, khususnya di wilayah desa. Lebih dari sekadar menekan angka stunting, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya kualitas asupan makanan bagi tumbuh kemba...

Pelatihan Praktik Pembuatan Identitas Visual, Bekal Nyata untuk UMKM Desa Sulang

Sulang, 6 Agustus 2025 – Sebagai tindak lanjut dari Seminar Kewirausahaan bertema "Optimalisasi Identitas Visual untuk Pengembangan UMKM Desa Sulang", Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) XIX Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara melaksanakan Praktik Pembuatan Identitas Visual di Balai Desa Sulang. Peserta kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM Desa Sulang, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang. Dipandu oleh Rhenald Adriansyah, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UNISNU Jepara sekaligus anggota tim KKN, peserta diajak untuk mempraktikkan pembuatan logo, desain label, dan pamflet promosi menggunakan aplikasi Canva. Aplikasi ini dipilih karena mudah diakses, praktis digunakan, dan menawarkan beragam template yang dapat langsung disesuaikan dengan kebutuhan produk UMKM. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan keterampilan langsung yang bisa diterapkan peserta dalam mengembangkan branding produk. “Dengan Canva, para pelaku UMKM bisa membuat desai...