Skip to main content

Kerajaan Tikus dan Keju Raksasa


Photo by Canva AI

Di bawah tanah sebuah gudang tua yang pengap dan lembap, hidup ribuan tikus. Setiap malam mereka berlarian di lorong sempit, mencari sisa-sisa makanan manusia demi untuk bertahan hidup. Kadang mereka harus berebut dengan kecoak, kadang harus lari terbirit-birit dari cakar kucing penjaga. Namun semua itu sudah biasa, selama ada serpihan kecil yang bisa dibawa pulang untuk keluarga.

Suatu hari, kabar besar menggema di setiap lorong. Seekor tikus kurus dengan kumis panjang berlari sambil berteriak, “Keju! Aku menemukannya! Besar sekali, aromanya harum! Kita tak akan lapar lagi!”

Ribuan tikus keluar dari sarang masing-masing, saling berbisik penuh rasa ingin tahu. Mereka pun berbondong-bondong menuju gudang tempat keju itu berada. Dengan semangat, rakyat tikus bergotong royong mendorong, menggigit, dan menarik keju raksasa itu menuju sarang besar mereka. Keringat menetes, cakar mereka penuh debu, namun tawa lega terdengar di setiap langkah.

Ketika akhirnya keju berhasil dipindahkan, raja tikus datang dengan langkah angkuh. Tubuhnya besar, bulunya licin, matanya berkilat penuh wibawa.

Dengan suara lantang ia berseru, “Wahai rakyatku, inilah anugerah terbesar! Akan kubawa keju ini ke istana. Jangan khawatir, aku akan menjaganya, dan saat musim dingin tiba, akan kubagikan untuk kalian semua.”

Sorak-sorai memenuhi lorong. Tikus-tikus kecil melompat kegirangan, induk tikus menitikkan air mata lega. Mereka membayangkan potongan keju di piring tanah liat mereka. Untuk pertama kalinya, masa depan terlihat cerah. Akan tetapi ketika hari yang dijanjikan tiba, kenyataan membuat mereka semua terdiam. Keju raksasa itu ternyata hanya dinikmati raja dan para pejabatnya di dalam istana.

Ketika rakyat menuntut hak mereka, raja hanya berkata, “Kalian tidak mengerti bagaimana mengurus keju sebesar ini. Biarkan kami yang menjaganya, demi kebaikan kalian semua.”

Dengan dalih itu, mereka berpesta siang malam, sementara rakyat hanya menunggu sisa yang jatuh ke lantai ketika para pejabat terlalu mabuk untuk peduli. Mereka berebut remah kecil keju yang menempel di debu istana.

Melihat situasi ini, seekor tikus tua berbisik lirih, “Dulu kita makan sisa manusia, sekarang kita makan sisa penguasa kita sendiri.”

“Kalau benar demi kebaikan kami, mengapa perut kami tetap kosong?” tanya seekor tikus muda dengan getir.

“Bukankah kami yang berlari, mencuri, dan mengangkut makanan selama ini?” keluh yang lain.

“Anak-anakku menangis lapar, sementara kalian menari di atas meja pesta!” jerit seekor induk tikus, matanya merah oleh amarah.

Kemarahan meledak. Rakyat tikus berkumpul di lorong sempit, mereka mengangkat batang korek api bekas manusia. Ribuan kaki kecil berderap, suara mereka menggema,

“Keju untuk semua, bukan hanya istana!”

“Bagaimana bisa seorang raja mengkhianati rakyatnya!” teriak seekor tikus pemberani.

“Kami bukan budak lapar!”

Raja tikus tidak suka mendengar teriakan pemberontakan dari rakyatnya. Ia memerintahkan pasukan kucing bayaran untuk memburu para tikus yang melawan. Dari balik kegelapan, muncul suara cakar yang menggores dinding, desis mengancam, dan bau amis bulu kucing yang membuat bulu kuduk berdiri. Malam itu lorong-lorong dipenuhi asap dan darah. Tangisan anak tikus bercampur dengan jeritan induk mereka. Banyak yang hilang, dan sebagian kembali dengan tubuh penuh luka. Raja tikus tertawa puas di singgasananya, yakin ia telah menang.

Namun, di sudut gudang yang gelap, seekor tikus kecil berbisik kepada kawannya, “Remahan itu tidak akan cukup. Jika kita hanya diam, keju raksasa itu akan busuk dimakan waktu. Tapi kalau kita berani, siapa tahu suatu hari kita bisa menikmatinya bersama.”

Sejak malam itu, keberanian kecil mulai tumbuh di lorong-lorong gelap. Suara mereka belum keras, belum besar, tetapi cukup untuk membuat raja tikus gelisah di singgasananya. Seperti bara yang menunggu angin, mereka bersiap menjadi api.

 

Writer: Nazwa


Comments

Popular posts from this blog

Seminar Kewirausahaan: Optimalisasi Identitas Visual untuk Pengembangan UMKM Desa Sulang

  Sulang , 6 Agustus 2025 – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) XIX Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara yang bertugas di Desa Sulang menggelar Seminar Kewirausahaan dengan tema "Optimalisasi Identitas Visual untuk Pengembangan UMKM Desa Sulang". Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Sulang dan diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa Sulang, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang. Seminar ini menghadirkan Sifatul Ulya, salah satu anggota tim KKN Desa Sulang yang merupakan mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UNISNU Jepara, sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, Sifatul Ulya memaparkan pentingnya identitas visual—seperti logo, kemasan, dan media promosi—dalam memperkuat citra produk serta meningkatkan daya saing UMKM di pasar. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan wawasan dan keterampilan kepada pelaku UMKM Desa Sulang agar mampu mengembangkan kualitas identitas visual produk mereka. Peserta diperkenalkan dengan berbagai aplikasi desain yang mudah digunakan, sert...

Posyandu RW 6 Desa Sulang Gelar Pembagian Makanan Tambahan untuk Baduta, Balita, dan Ibu Hamil

Sulang, 7 Agustus 2025 – Posyandu RW 6 Desa Sulang menggelar kegiatan Pembagian Makanan Tambahan bagi baduta (bawah dua tahun), balita, dan ibu hamil. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah Ketua Posyandu RW 6 dan menjadi salah satu upaya nyata untuk mendukung program pemerintah dalam peningkatan gizi masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan makanan bergizi kepada kelompok rentan, yaitu baduta, balita, dan ibu hamil, yang menjadi perhatian khusus pemerintah. Program ini juga menjadi bentuk kepedulian dalam mengatasi masalah gizi kurang yang berpotensi memicu stunting, serta memberikan pemahaman pentingnya asupan bergizi sejak dini. Dalam sambutannya, perwakilan Posyandu menyampaikan bahwa pembagian makanan tambahan ini selaras dengan arahan pemerintah sebagai gambaran kondisi gizi masyarakat, khususnya di wilayah desa. Lebih dari sekadar menekan angka stunting, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya kualitas asupan makanan bagi tumbuh kemba...

Pelatihan Praktik Pembuatan Identitas Visual, Bekal Nyata untuk UMKM Desa Sulang

Sulang, 6 Agustus 2025 – Sebagai tindak lanjut dari Seminar Kewirausahaan bertema "Optimalisasi Identitas Visual untuk Pengembangan UMKM Desa Sulang", Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) XIX Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara melaksanakan Praktik Pembuatan Identitas Visual di Balai Desa Sulang. Peserta kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM Desa Sulang, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang. Dipandu oleh Rhenald Adriansyah, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UNISNU Jepara sekaligus anggota tim KKN, peserta diajak untuk mempraktikkan pembuatan logo, desain label, dan pamflet promosi menggunakan aplikasi Canva. Aplikasi ini dipilih karena mudah diakses, praktis digunakan, dan menawarkan beragam template yang dapat langsung disesuaikan dengan kebutuhan produk UMKM. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan keterampilan langsung yang bisa diterapkan peserta dalam mengembangkan branding produk. “Dengan Canva, para pelaku UMKM bisa membuat desai...